Education

Tragedi Kelam Pembantaian Rawagede, Memori Kekejaman dan Perjuangan Bangsa Indonesia

Pembantaian Rawagede

ANEKAJATENG.COM – Pada pagi kelam tanggal 9 Desember 1947, Kampung Rawagede, terletak di antara Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, menjadi saksi bisu dari salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tragedi ini, yang dikenal sebagai Pembantaian Rawagede, menandai sebuah masa di mana kebrutalan penjajahan Belanda mencapai puncaknya. Dengan lebih dari 400 nyawa yang hilang, termasuk puluhan anak-anak yang tak berdosa, peristiwa ini membekas dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia.

Pada hari sebelumnya, tepatnya tanggal 8 Desember 1947, tentara Belanda menyerang Bekasi. Ribuan penduduk Bekasi mengungsi ke Kampung Rawagede, mencari perlindungan dari ancaman yang mendekat. Namun, apa yang terjadi pada pagi hari berikutnya mengejutkan dan mengguncang batin masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Kapal Pinisi, Pesona Indonesia yang Menginspirasi Google Doodle Hari Ini

Ketika jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, pasukan Belanda tiba di Kampung Rawagede. Mereka dengan cepat melancarkan operasi penggeledahan dengan mencari anggota pejuang kemerdekaan yang mereka curigai. Tanpa adanya proses pengadilan atau peringatan apapun, tentara Belanda menangkap semua laki-laki dewasa di kampung tersebut, membawa mereka ke sebuah lapangan terbuka. Di sana, dengan tega, tentara Belanda menjalankan aksi pembantaian massal, menembak mati semua yang berdiri di hadapan mereka.

Namun, kekejaman tentara Belanda tidak berhenti pada pria dewasa saja. Anak-anak, perempuan, dan bahkan orang tua yang tidak mampu melarikan diri menjadi sasaran tanpa ampun. Pembantaian ini, yang terjadi dalam beberapa jam, menelan korban sebanyak 431 jiwa, dengan 63 anak-anak menjadi bagian dari statistik yang menyedihkan tersebut.

Penyebab Kelam di Balik Pembantaian Rawagede

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Mengapa tentara Belanda melancarkan aksi kejam ini terhadap warga sipil yang tak bersalah? Sejumlah faktor diyakini menjadi pemicu dari pembantaian Rawagede ini.

Pertama, pembantaian Rawagede diduga sebagai tindakan pembalasan atas serangan pejuang kemerdekaan Indonesia di Bekasi. Beberapa hari sebelum peristiwa tersebut, pasukan pejuang kemerdekaan berhasil membunuh beberapa tentara Belanda dalam serangan di Bekasi. Seakan ingin menunjukkan dominasinya, tentara Belanda kemudian mengarahkan kemarahan mereka kepada penduduk sipil di Rawagede.

Baca Juga : Pulau Kepala Batu, Keajaiban Moai di Pulau Paskah

Related posts

Hari Anak Sedunia 2023, Kepemimpinan Anak Masa Depan yang Berkelanjutan

Imam

Kapal Pinisi, Pesona Indonesia yang Menginspirasi Google Doodle Hari Ini

Imam

Abdul Haris Nasution : Jenderal Besar, Konseptor Perang Gerilya dan Dwifungsi ABRI

Imam

Leave a Comment